Pastinya jarang denger yang
namanya “GHOSOB”...??? kalau di kalangan luar (luar pesantren maksudnya) kata
ini jarang sekali terdengar, namun di lingkungan pesantren ghosob sudah sangat
populer sekali malah mungkin menjadi budaya dalam pesantren itu sendiri
(Na’udzubillahi min dzalik). Ghosob diartikan sebagai memakai barang orang lain
tanpa ijin dari pemilik barang tersebut. Pernah terbesit dalam pikiran saya
kalau nggak pernah terghosob (barang kita dipakai orang lain tanpa ijin), kita
belum bisa disebut santri. Hahahah..pikiran yang konyol and mbanyol mungkin
itu. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi memang ada betulnya juga. Kalau ditanya
anak-anak yang pernah masuk pesantren alias pernah nyantri, pastinya mereka
pernah merasa kehilangan barang-barangnya sewaktu di pondok pesantren.
Kehilangan disini bukan dicuri secara sengaja, tapi dipakai orang tanpa sengaja
dan lupa untuk mengembalikannya dan si peminjam lupa untuk meminta ijin kepada
pemiliknya.
A Little Streak about Friend
Label: Artikel![]() |
| Sumber: Google |
Apa yang anda pikirkan dalam otak anda ketika anda mendengar kata “TEMAN” ? Mungkin anda membayangkan seseorang yang dalam kesehariannya selalu bersama anda, mungkin juga tempat berbagi anda dalam keadaan suka maupun duka atau mungkin orang yang mempunyai banyak kesamaan dengan anda sehingga anda merasa nyaman berada didekatnya dan mengerjakan segala sesuatunya bersama dia. Setiap orang pasti mempunyai persepsi yang berbeda-beda mengenai teman.
Part II Sandal Ane Dighosob Santri Putra
Label: CERITA ANEKebetulan waktu itu sore-sore kita nih (anak kelas 6) putri disuruh bantu-bantu Mudiroh (Bu Kyai) soalnya waktu itu udah mau lebaran jadi kita bantu-bantu bikin kue di rumah beliau. Maklumlah, kalau udah kelas 6 mah kita lebarannya di pondok, nggak ada yang boleh pulang kampung. Kemarinnya sandalku tu hilang alias dighosob (diambil tanpa ijin/asal dipakai sama orang) ya udah dech akhirnya pakai sandal sisa-sisa, and adanya sandal swallow warna biru udah jelek pula.
Part I: Penjara Suci Itu Bernama "ARRISALAH"
Label: CERITA ANE
“Pondok”
satu tempat yang udah ane mimpi-mimpikan sejak kelas 3 SD. Nggak kebayang
rasanya jauh dari orang tua dan keluarga. Nggak cuma sehari dua hari lho, tapi
bisa berbulan-bulan. Setelah lulus SD, niat ane udah bulat sebulat bola salju heheh mau masuk pondok,
tapi buat formalitas aja ane juga ikut tes masuk SMP Negeri, and alhasil ane
diterima. Wah sempat galau juga nih, milih SMP Negeri I Ponorogo atau masuk
pondok. Wajarlah galau, soalnya itu sekolahan favorit banget ketika jaman ane SD
dulu. Semuanya kembali ke ane lagi, mana yang seharusnya ane pilih. Dan
akhirnya pilihan ane jatuh ke “PONDOK”. Maunya
sich di pondok yang jauh dari rumah, nggak satu kota sama rumah, tapi gara-gara
sering sakit-sakitan akhirnya dimasukin pondok yang agak jauh dari rumah tapi
masih dalam satu kota. “ARRISALAH”, pondok yang bakal jadi tempat ane selama
beberapa tahun ke depan. Hiks...hiks...sedih banget kalau inget pas dulu ane
mau masuk pondok, lihat ibu ane nangis sebelum berangkat ngantar ane masuk
pondok. Gimana ane nggak ikutan nangis coba...?? Waktu itu, pertama kalinya ane
pergi ke tempat asing yang belum pernah ane kunjungi terus lama pula. Ibu mana
yang tega pisah sama anaknya.. T.T (Jangan ikutan nangis lho)
Lek inget
pasti mbrebes mili dech air matanya. Makan siang pertama kali di pondok lauknya
sayur terong plus kerupuk putih satu doank, ditunggui ibu ane lagi. Hadeh, tambah
nggak kuat lagi pengen nangis rasanya. Tapi kalau nggak gitu, nanti pasti ane nggak bisa pisah sama orang tua, kapan
mandirinya kalau gitu terus.
Suasana Desa di Tengah Perumahan Kota Araya "TAMAN INDIE"
Label: Iseng-Iseng
Banyak orang berpikir kalau udah di kota pasti susah menemukan tempat makan yang bernuansa desa. Kebetulan saya pernah mengunjungi tempat makan yang nuansanya desa banget, adem ayem dan ketika anda masuk ke tempat ini anda akan langsung disambut dengan suara lagu-lagu jawa (biasanya sich lagu-lagu yang dipakai orang jawa buat hajatan nikah gitu), ya itulah "TAMAN INDIE". Tempatnya pas buat berkumpul dengan para keluarga dengan sungai yang mengalir di pinggirannya. Tapi, kalau mau makan-makan kesana, anda harus menyiapkan uang yang cukup banyak (maklum makanannya mahal-mahal). Kalau nggak salah kemaren saya habis sekitar kurang lebih Rp 70.000,00 (makan plus minum). Kebetulan waktu itu ditraktir sich jadi saya ya santai-santai aja gitu pesen makanan yang mahal-mahal (karena kebetulan nggak ada yang murah).
Serakah atau Kepepet ???
Label: Iseng-Iseng
Gambar ini saya ambil di
salah satu sudut kota Malang, tepatnya di pertigaan daerah Belimbing dekat
Masjid Sabilillah. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang terjadi
di negara kita, Indonesia. Trotoar yang seharusnya digunakan oleh para pejalan
kaki, kini juga dimanfaatkan oleh para pengendara sepeda motor sebagai jalan
alternatif ketika terjebak macet.
Saya sendiri sebenarnya bisa
memaklumi kenapa para pengendara sepeda motor tersebut harus melewati trotoar. Terlambat
masuk kerja merupakan salah satu faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Tapi apa
salahnya kalau kita juga menghormati para pejalan kaki dan sedikit bersabar
ketika terjebak macet.
Transfer Pricing & Pemegang Saham Minoritas
Label: Kuliah'e Mahasiswa Ekonomi
Ditulis
dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Keuangan I
Dosen pengampu Ibu Wenny Yuniaris, MM.
Dosen pengampu Ibu Wenny Yuniaris, MM.
1.1 LATAR BELAKANG
Akhir-akhir ini sejumlah investor terus mempersoalkan kebijakan PT Aqua
Golden Mississippi Tbk yang dinilai merugikan pemegang saham minoritas dalam
RUPSLB. Mereka akan tetap mempersoalkan langkah tersebut meskipun Aqua
menegaskan bahwa rencana go private
dihentikan, jika kembali tidak mendapatkan persetujuan pemegang saham publik.
Junaidi, dari IKS & Parners yang merupakan kuasa hukum pemegang saham
minoritas, menyebutkan setidaknya ada empat hal yang akan dipertanyakan dalam
rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar untuk kembali
meminta persetujuan pemegang saham publik Aqua terhadap rencana perseroan untuk
menjadi perusahaan tertutup (go private).
Langganan:
Postingan (Atom)





